Tampilkan postingan dengan label PeeWeeGaskins. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PeeWeeGaskins. Tampilkan semua postingan
1.26.2013

Kelebihan Personil Pee Wee Gaskins


BERIKUT KELEBIHAN PERSONIL PEE WEE GASKINS:

1.omo dan dochi bisa maenin alat musik apa aja

2.lagu lagunya terbilang bermutu, kaya akan tema, ga matok selera pasar, lumayan idealis meski dah masuk major

3.sansan bisa jadi frontman di band apa aja (udah kebukti dari killms)

4.tiga personil, pegang alat musik semua, nyanyi semua

5.punya rasa nasionalisme, dengan lagu dari mata sang garuda, yang dibuat jauh sebelum 17an (intinya, mereka ga ada niat buat manfaatin kesempatan buat cari duit lebih banyak)

6.musiknya bisa diterima dunia (terbukti banyak bule yang bikin sign dengan nama pwg)

7.terbilang band kemaren sore, tapi dah meraih banyak penghargaan, karna apa ? QUALITY

8.mampu bertahan diterjang HOAX, dan orang orang BODOH yang membenci mereka

9.konsep musik, dan video klip yang berwarna dan menarik

10.sansan punya kemampuan vokal yang ok, melengking ala heavy metal bisa, scream ala hardcore bisa, suara khas pop punk bisa
1.19.2013

The Phenomenal : Pee Wee Gaskins

Jakarta - Band pop punk fenomenal yang sukses tanpa dukungan major label dan sangat digandrungi sekaligus dibenci.
image
Setahun belakangan ini merupakan tahun gemilang sekaligus tahun paling menyerempet bahaya bagi kuintet pop punk ibukota, Pee Wee Gaskins. Jika ada anak muda jaman sekarang yang tak tahu Pee Wee Gaskins, atau tidak pernah mendengar namanya, dapat dipastikan mereka adalah kuper.

Hebatnya, sebagai band yang sama sekali tidak berada di bawah major label, prestasi yang me-reka torehkan terbilang fenomenal. Kepo-puleran mereka capai sendiri dengan bekerja keras dan berkat kegigihan mereka bersenggama dengan Internet selama 24 jam sehari!
“Dulu kami sering berbagi waktu 12 jam nongkrongin Internet. Doci jaga saat shift tengah malam sampai siang saat bule di sana sedang online, sementara shift siang sampai malam pas anak-anak di Indonesia lagi online, gue yang jaga,” jelas Aldykumis, pemain drum Pee Wee Gaskins.

Hasilnya, menurut statistik, lagu-lagu di akun MySpace mereka total telah didengar lebih dari 1.924.025 kali, belum termasuk hampir dua juta kali akun tersebut diakses publik. Sementara fanbase mereka di Facebook telah mencapai 386.992 orang dan terus bertambah banyak setiap harinya. Selama lebih dari setahun single mereka juga bertengger di chart jejaring sosial musikal terkemuka Asia Tenggara, Amp Channel [V].

Band ini awalnya merupakan proyek solo akustik Dochi, setelah mundur sebagai gitaris The Side Project, yang awalnya iseng me-rekam salah satu lagu karangannya sendiri ke dalam format band. Nama Pee Wee Gaskins sendiri sebenarnya merupakan nama seorang pembunuh berantai terkenal asal North Carolina, Amerika Serikat, yang diduga telah membunuh sekitar 100 orang sejak awal 1970-an.
Selama tiga tahun sejak mereka berdiri di bulan April 2007 Pee Wee Gaskins telah me-rilis satu album mini dan satu album penuh. CD debut mereka yang bertitel Stories From Our High School Years (2008) dalam waktu supersingkat terjual 2000 keping sementara CD album penuh yang bertitel The Sophomore (2009) hingga kini mencetak angka penjualan lebih dari 20.000 keping. Di tengah lesunya bisnis rekaman fisik, angka tersebut bukan tergolong kecil. Ini belum terhitung ribuan merchandise mereka yang laku keras dalam waktu yang cepat pula di berbagai distro.

Fenomena Pee Wee Gaskins yang besar di jalur indie dengan cepat direspon berbagai stasiun radio serta stasiun televisi nasional. Mereka seperti tersentak dengan besarnya fanbase dan potensi pasar yang dimiliki band ini. Semua berlomba-lomba memutar lagu dan menampilkan mereka di berbagai program musik harian televisi seperti Dahsyat, Inbox dan sebagainya.

Manuver yang dilakukan band indie ini sempat membuat beberapa major label internasional tertarik merekrut mereka, namun mereka akhirnya lebih memilih bekerjasama dengan minor label seperti Variant Records dan kini, Alfa Records.
“Kami ingin menunjukan kalau kami bukan band yang dibentuk label. Kalau nanti kami berubah memang karena kesadaran sendiri, bukan karena diarahkan. Kami ingin ada sisi lain dari Pee Wee Gaskins yang tetap kami pertahankan yaitu do it yourself dan be yourself,” jelas Dochi, pendiri sekaligus gitaris/vokalis Pee Wee Gaskins.

Akhirnya, pengakuan media bagi band ini pun mulai bergulir. Penghargaan dari majalah HAI sebagai “The Best Indie Band” hingga penghargaan MTV Indonesia 2009 sebagai “The Best Cutting Edge Artist” pun mereka dapatkan.
Namun sialnya, semakin besar band ini berkembang, semakin besar pula level ancaman dan kebencian yang mereka dapatkan. Hampir di setiap panggung, Pee Wee Gaskins menerima hujatan dan gempuran timpukan batu dari ratusan pembenci mereka yang menamakan diri sebagai komunitas Anti Pee Wee Gaskins (APWG). Komunitas pembenci ini, jika ditilik via Facebook, berjumlah cukup banyak dan tersebar mulai dari Jakarta, Sukabumi, Bogor, Bandung, Majalengka, Kediri, Pontianak hingga Manado.

Hujan batu paling gencar yang menimpa mereka terjadi di festival Soundrenaline 2009 di GWK, Bali. Saat itu mereka tampil di bawah tekanan besar ribuan penonton yang meminta mereka turun dan terus menimpuki dengan batu, botol, sandal hingga ember. Mereka akhirnya survive hingga lagu terakhir walau gempuran deras terus menimpa.

“Sebelumnya di Bali ada yang menyebar gosip bahwa kami bermusuhan dengan Superman Is Dead, menghina orang Bali yang menyembah batu dan disebut pernah memainkan cewek Bali,” jelas Dochi.

Ancaman demi ancaman tak hanya dialami langsung oleh Dochi, gitaris/vokalis Sansan, pemain moog/synths Omo, Aldykumis dan pemain bas Eye, namun juga terhadap Party Dorks, julukan bagi penggemar mereka. Ada yang sempat ditodong pisau, dikejar-kejar bagai pesakitan saat menyaksikan band idola mereka tampil hingga mobil angkot yang di-sewa sempat dipecahkan seluruh kacanya oleh gerombolan APWG.

“Pernah setelah tampil di sebuah acara kami terlibat kontak fisik dengan APWG. Kami bersembilan melawan tiga puluh orang APWG, lokasinya di depan hotel Sultan,” kenang Dochi. “Waktu itu rombongan APWG lewat depan mata kami, mereka membuka celana, mengencingi kami sambil mengacungkan jari tengah. Kami hampiri dan akhirnya tawuran di pinggir jalan. Ada yang tertangkap dan kami interograsi tapi mereka tidak tahu alasan membenci kami, aneh. Mereka kebanyakan ikut-ikutan saja.”

Tekanan demi tekanan yang dihadapi oleh Pee Wee Gaskins akhirnya menimbulkan simpati dari para musisi lainnya. Para per-sonel Superman Is Dead, Shaggydog, Endank Soekamti hingga penyanyi solo Ari Lasso pun memberikan dukungan kepada mereka. Arian13-, vokalis Seringai di sebuah acara bahkan sempat berkata kalau para anggota Pee Wee Gaskins adalah: “The toughest motherfuckers around!”�
12.19.2012

Apa-apaan nih PARTY DORK!?


Setaun yang lalu, emang sih dulu gue masih fine denger musik Pee wee gaskins, sebelum mereka setenar sekarang dan lagunya ga banyak diputar orang-orang. Gue juga sempet kenal Dochi.
Tapi lama-lama, Party dork(penggemar peskins) makin menggila oi!
Gila, gue ga suka banget ngeliat gayanya.please
Mungkin banyak yang sependapat sama gue, banyak juga yang ngga.

maap-maap nih buat anak dorky (biar ga pada ribut)
Soalnya gue punya pengalaman pribadi ga enak banget nih,
jadi, ada seorang perempuan mengaku penggemar peskins yang juga mengaku penggemar killing me inside menghina-hina gue di chat room:galit:.
kira-kira begini conversationnya :


xxx :"for the last time, u waste my tears now.. no more torment"(lagunya killms)
gue: "..."
xxx:"gue suka killing me inside! love you Onad"
gue:"i love killing mi goreng"
xxx:"gue suka peewee gaskins!"
gue:"jah,anak ABG labil nih"
xxx:"knapa lo ga suka? peskins keren"
gue:"huah males ah gue"
xxx:"bego lo. gue ngerti banget selera musik lo tuh d'masiv-merindukanmu gitu. hha"
gue:"hah. hhaha. bangga banget lo baru tau peskins"
(*beberapa temen gue sependapat sama gue dan berusaha membalas kerjaan anak cewe itu)
xxx:"yeh, bilang aja selera lo tuh ridho rhoma. hha"
gue:"nyolott"
xxx:"weits.. screamo gitu loh"
gue:"baru screamo aja bangga"
xxx:"yaiyalah.. scara keren gtu loh"
gue:"..."
xxx:(menyanyikan sepenggal lirik the tormented-killms)
gue:"mending denger siksakubur dulu ah"
xxx:"mau mati dong lo?"
gue:"lu gatau siksakubur? ckck maklum ya. iya dehh"
xxx:"keren bgt deh peskins. screamo gitu loh"
gue:"hhaha.!!!!!!!! nona... GENRE PEEWEE GASKINS APA SIHH?"
xxx:"ya jelas-jelas screamo lah! bego banget lo"
(*anak-anak d chat room mulai nyorakin tuh anak cewe yang so tau)
gue:"hha, sejak kapan electro s**t gtu brubah jadi screamo? hahha,sok tau lo.":damn:
xxx:"ya jelas screamo lah. lo mah ga tau apa-apa"
gue:(emosi gue langsung tegangan tinggi. susah diungkapkan)
xxx:"ya screamo lah! susah yaa ngomong sama orang susah!!"
gue:(cape lah gue. diem aja lah)



huzzah! sial bener yak tuh orang. hahahaha
sok tau-nya bikin sewot :sobrakana:ngeyel.. emang sih gue kadang-kadang payah tentang peskins . Tapi senormal-normalnya orang pasti bisaa dooong ngebedain yang mana electropop yang mana screamo?
dia mengaku anak dork tapi ko gitu? 
fikir
karena ga satu aliran, gue yang males bikin postingan ginian jadi semangat nulis gara-gara pengalaman gue tadi.
hahahha. 
Sumpah.. beneran loh. kalo pee wee gaskins tanpa alay party dorks, gue sampe sekarang masih fine-fine aja.
kemarin iseng-iseng gue liat di facebook ada group anti pee wee gaskins. karena penasaran, gue join aja. gue sempet tercengang oleh beberapa fact-fact parah tentang pee wee gaskins yang gue temuin d forum diskusi(entah benar atau tidaaakk saya tidaaaakkk tauuu).

sekali lagii... gue ga ada maksud jelek-jelekin Peskins disini, gue ga 100% benci tapi KESEL sama anak dork.nya ajamad. Ya ya ya, genre gue emang bukan di musik ginian, sebenernya juga gue ga mau ngurusin unimportant gini (*eeeeeehhhhhhh *sensor* ada cicak d blakang kompi gue gue ..:hilo:emm. phobia cicak)
yahh tapi mau gimana lagi. memang sih menurut Peskins, mereka ga pernah anggap bahwa penggemar mereka adalah fans.. tapi teman. bagus sih ,tapi yaa... fans-fansnya yang suka bertingkah ini- itu loh.. kalian mengerti kan...:nangis:
gue ga berharap ada ribut-ribut disini, ini hanya pendapat saya loh.
jangan emosi duluan 


sekali lagii juga, saya tidak berada di jalur electropop! saya lebih suka tetap di jalur Metal terutama deathcore-
terimakasih